Warga Desa Teluk Pelingit Keluhkan Jalan Berlobang,Berikut Kita Simak Penjelasan Terkait 4 Status Ruas Jalan

Foto ruas jalan diambil oleh jurnalis CIPtv

CIPtv, KUALA KAPUAS – Kondisi kerusakan ruas jalan yang paling sering ditemui oleh para pengguna jalan pada umumnya iyalah jalan berlobang, longsor hingga genangan air pada ruas jalan. Sedangkan yang paling sulit ditemui adalah jalan yang hampir tidak pernah terpelihara yaitu rumput yang hampir menyelimuti ruas jalan, maka dari itu masyarakat perlu mengetahui serta bagaimana cara membedakan status pengelolaan dan pemeliharaan jalan di daerahnya.

Sewaktu menemui kondisi ruas jalan yang rusak Masyarakat juga bisa melaporkan atau mengadu atas kondisi tersebut. Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 34 Tahun 2006 tentang jalan, status jalan terbagi atas 5 jenis pengelolaan, yaitu jalan nasional, jalan provinsi, jalan kabupaten, jalan kota, dan jalan desa.

Sering kali kita temui pada belakangan ini fenomena berbagai macam laporan masyarakat melalui postingan media sosial yang mengeluhkan terkait kondisi ruas jalan yang rusak, namun pada protesnya melalui media sosial tersebut terkadang sering kali salah sasaran.

Salah satunya warga Desa Teluk Pelingit yang mengeluhkan kondisi ruas jalan Pemuda menuju Palingkau – Dadahup yang saat ini banyak dalam kondisi berlobang.

“Hampir dua tahun ini lobang-lobang di ruas jalan Pemuda terus bertambah, kemana kita harus melapornya,” katanya saat berada dilokasi (5/7/2022).

Sehingga masyarakat sangat perlu mengetahui status pengelolaan jalan yang di keluhkan mereka. Lalu bagaimana cara mengetahui dan membedakan status pengelolaan jalan tersebut,? berikut penjelasannya.

Ada 4 Status Ruas Jalan Yang Perlu diketahui yaitu ; Ruas Jalan Nasional, Ruas Jalan Provinsi, Ruas Jalan Kabupaten/Kota dan Ruas Jalan Desa Lengkap dengan tata cara Pengelolaannya Serta Cara Membedakan 4 item Ruas Jalan tersebut.

Jalan nasional merupakan jalan yang di kelola oleh Kementerian PUPR yang terbagi atas 4 kelompok yaitu jalan arteri primer, jalan kolektor primer ( jalan penghubung antar ibukota provinsi), jalan tol bebas hambatan, dan jalan strategis nasional.

Sesuai Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 67 Tahun 2018 tentang Marka jalan, ciri khas jalan nasional adalah menggunakan marka jalan putih dan kuning.

Jalan Provinsi merupakan jalan yang pengelolanya gubernur atau pejabat yang di tunjuk, sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 34 Tahun 2006 jalan provinsi adalah jalan kolektor yang menghubungkan ibukota provinsi dengan ibukota kabupaten atau kota dalam satu provinsi tersebut.

Penandaan yang di tandai dengan marka jalan berwarna putih tidak ada marka warna berwarna kuning.

Sedangkan jalan kabupaten adalah jalan yang menghubungkan antara ibukota kabupaten dengan ibukota kecamatan, ibukota kabupaten dengan pusat desa, ibukota kecamatan dengan pusat desa.

Dari segi ukuran lebar jalan kabupaten biasanya berukuran lebih kecil dari jalan provinsi, dan kebanyakan tidak memiliki marka jalan atau aspal polos, namun bisa juga menggunakan Marka jalan warna putih seperti jalan provinsi.

Untuk jalan desa tentu kita semua sudah memahami bahwa pengelolaannya ada di pemerintah desa, dan jalan desa hanya menghubungkan antar pemukiman warga dan ukurannya sangat kecil, dan lebih banyak menggunakan metode cor beton saja. (Ris/Red)

Forkopimda Jatim Ikuti Koordinasi Bersama Dewan Ketahanan Nasional Terkait Pemilu

Surabaya – Forkopimda Jawa Timur Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Nurchahyanto, Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nico Afinta, Kapoksahli Koarmada II Laksma TNI Eko Gajah Seno dalam hal ini mewakili Pangkoarmada II, Ketua DPRD Jatim kusnadi dan Asisten Perdata dan TUN Kejati Jatim I Putu Gede Astawa yang mewakili Kajati Jatim, Kamis (30/6/2022) sore

CIPtv, SURABAYA – Forkopimda Jawa Timur Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Nurchahyanto, Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nico Afinta, Kapoksahli Koarmada II Laksma TNI Eko Gajah Seno dalam hal ini mewakili Pangkoarmada II, Ketua DPRD Jatim kusnadi dan Asisten Perdata dan TUN Kejati Jatim I Putu Gede Astawa yang mewakili Kajati Jatim, Kamis (30/6/2022) sore, yang bertempat di Gedung Negara Grahadi Surabaya, mengikuti Koordinasi dengan Dewan Ketahanan Nasional.

Hadir dalam koordinasi ini pejabat dari Setjen Wantanas RI diantaranya Sesjen Wantannas RI Laksdya TNI Harjo Susmoro, Deputi Bidang Politik dan Strategi Wantanas RI Irjen Pol Heribertus Dahana dan beberpa pejabat Wantanas RI, serta Ketua KPU Jatim, Bawaslu Jatim dan pejabat utama Polda Jatim.

Sesjen Wantannas RI mengatakan kunjungannya ke Jatim terkait kesiapan mengenai Pilkada dan Pilpres di wilayah Jatim dengan tujuan mewujudkan Indonesia yang aman dan sejahtera.

“Peran Tokoh Masyarakat sangat berpengaruh dalam melaksanakan Politik mendatang. Kekuatan pertahanan dan keamanan nasional ini bisa terpecah apabila tidak ada kesadaran dan kedewasaan para Pemimpin Daerah,” kata Sesjen Wantannas RI.

Sementara itu Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menjelaskan bahwa sudah melakukan koordinasi dengan para stakeholder untuk mewujudkan Jatim guyub rukun dan tentram. Harapannya dengan adanya kunjungan dari Wantannas kita bisa menjadi lebih baik kembali dalam mempersiapkan Pemilu dan melaksanakan Pemilu.

Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Nurchahyanto menyampaikan akan menunggu bagaimana konsep pelaksanaan pemilu dari KPU, semua tahapan itu harus dipastikan dapat mendukung penuh sehingga semua tahapan bisa berjalan dengan lancar dengan memperhatikan cipta kondisi masyarakat.

Sementara Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta mengungkapkan seni dan budaya menjadi perekat di kalangan masyarakat, jajaran Polda jatim akan membuat acara yang akan dihadiri oleh berbagai suku atau agama dalam bentuk seni.

“Dengan struktur organisasi kami yang ada, kita akan melakukan tahapan-tahapan untuk antisipasi adanya pelanggaran dan penyimpangan dalam pelaksanaan Pemilu,” ujarnya.

Sedangkan Ketua DPRD Provinsi Jatim menyebut, kondisi sosial dan politik di Jatim masih cukup kondusif, kedewasaan demokrasi dari Pilkada sudah baik. Antisipasi terkait isu-isu yang akan ada untuk memecah belah masyarakat pada saat masa kampanye, dan mengajak masyarakat untuk sama–sama menjaga situasi kamtibmas.

Sementara Kapok Sahli Koarmada II menyampaikan pihaknya akan membantu apa yang disampaikan dari Pangdam dan Kapolda serta arahan dari Gubernur.

Sedangkan Ketua KPU Jatim mengatakan, jatim menjadi yang pertama terkait pencairan anggaran untuk kegiatan pilkada, dan mendapat apresiasi dari KPU karena menjadi percontohan penyerapan anggaran.

Dilanjutkan Asisten Perdata dan Tata Usaha Kajati, menjelaskan akan tergabung dalam sentra Gakkumdu dalam pelaksanaan pemilu mendatang dan sudah menyiapkan Jaksa untuk dapat menindaklanjuti terkait laporan pelanggaran pelaksanaan Pemilu.

Sementara perwakilan Bawaslu Jatim menyebut, terkait pelaksanaan pemilu, sudah menyiapkan beberapa perangkat yang akan digunakan untuk pelaksanaan pemilu dan mencegah adanya pelanggaran pemilu. (Red)

Sumber : Harianmerdekapost.com

HUT Bhayangkara ke-76, Setapak Transformasi Menuju Polri yang Presisi

Foto Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Dedi Prasetyo, Mantan Kapolda Kalimantan Tengah (Kalteng)

CIPtv – Kepolisian Republik Indonesia (Polri) hari ini tepat berusia 76 tahun. Selama itu, sudah banyak hal yang dilakukan Polri. Khusus HUT Bhayangkara ke-76, kali ini membahas kinerja Polri di bawah kepemimpinan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo.

Jenderal Sigit sudah memimpin institusi Polri selama kurang lebih satu setengah tahun. Dalam perjalanannya, Sigit sudah melakukan banyak hal guna mewujudkan visi yang ia usung yaitu Transformasi menuju Polri yang Presisi, yang merupakan akronim dari kata Prediktif, Responsibilitas dan Transparansi Berkeadilan.

Hal itu dituangkan dalam empat transformasi dengan 16 program prioritas, 51 kegiatan 177 aksi, dan delapan komitmen. Selama menjadi Kapolri, Sigit pun telah melakukan mewujudkan semangat transformasi Polri yang Presisi dengan memaksimalkan fungsi pokok Polri yang melayani, melindungi dan mengayomi masyarakat.

Dalam pelaksanaan Transformasi menuju Polri yang Presisi tak melulu bicara soal penegakan hukum. Kapolri pun mengenalkan konsep restorative justice yaitu penyelesaian perkara di luar peradilan.

Dalam rilis akhir tahun 2021, Polri telah merampungkan sebanyak 11.811 perkara melalui restorative justice. Angka ini meningkat sebesar 28,3 persen dibanding tahun 2020, dimana perkara yang diselesaikan melalui restorative justice sebanyak 9.199 perkara.

Di masa transformasi menuju Presisi, Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan, Kapolri memang menginstruksikan pendekatan-pendekatan secara restorative justice untuk menyelesaikan masalah, khususnya pada kasus yang dinilai dapat diselesaikan secara musyawarah dan mufakat.

“Karena justru masyarakat menginginkan ini bisa diselesaikan khususnya masalah-masalah kecil. Kalau dinaikkan memunculkan polemik dimana rasa keadilan, khususnya masyarakat harusnya kita bantu,” kata Dedi.

“Hanya karena kepastian hukum berjalan, akhirnya bermunculan kasus memunculkan pandangan yang tidak bagus terkait rasa keadilan yang harus diperjuangkan khususnya masyarakat kecil,” sambungnya.

Sepanjang tahun 2021 dan 2022, Polri juga mempunyai tugas penanganan pandemi Covid-19. Dedi menuturkan, Polri melakukan akselerasi percepatan vaksinasi hingga pelosok daerah.

“Sepanjang 2021, capaian vaksinasi Covid-19 yang dilakukan Polri serta jajarannya hingga tingkat Polsek mencapai 61,24 persen dosis 1 dan 41,46 persen untuk dosis 2,” ujarnya.

Kontribusi Polri dalam upaya Pemerintah menciptakan kekebalan komunal atau herd immunity sebesar 17,73 persen dosis 1 dan 16,79 persen dosis 2.

Polri mencatat pelayanan vaksinasi di tingkat pusat hingga jajaran dengan menggunakan jenis vaksin Sinovac, Astrazeneca, Moderna, Coronavac, Biovac sebanyak lebih dari 30 juta kali kegiatan sepanjang 2021.

Pelayanan vaksinasi ini turut serta membuat Polri meningkatkan fasilitas kesehatan di 52 rumah sakit Bhayangkara. Sehingga rumah-rumah sakit milik Polri mampu merawat pasien Covid-19.

“Dalam upaya vaksinasi selama 2021, Polri mengerahkan tenaga medis yang terdiri dari 128 dokter, 162 bidan, dan 360 hingga 7.534 vaksinator,” katanya.

Berbicara mengenai penegakan hukum, Polri mencatat sepanjang tahun 202, terjadi penurunan laporan kejahatan sebesar 19,3 persen atau 53.360 perkara sepanjang tahun 2021. Sementara itu jumlah kasus yang telah dituntaskan oleh Polri peningkatan.

Adapun kejahatan paling dominan sepanjang 2021 adalah kejahatan konvensional. Jumlahnya sebanyak 174.043 perkara atau 79 persen dari seluruh jumlah kejahatan. Bila dibandingkan 2020 yakni sebanyak 199.725 perkara, jumlah kasus kejahatan menurun.

Selain kejahatan konvensional, kejahatan transnasional yang terjadi selama 2021 sebanyak 40.562 perkara. Dibanding 2020, kejahatan transnasional di 2021 juga mengalami penurunan dibandingkan sebanyak 45.425 perkara.

Kemudian, pada jenis kejahatan terkait kekayaan negara, Polri menangani 4.018 perkara sepanjang 2021. Jumlah perkara menurun dibanding 2020, yang jumlahnya 4.372 perkara.

Penanganan Terorisme

Masih angka dalam rilis akhir tahun 2021, Polri menyebut jumlah terduga teroris yang diamankan sepanjang 2021 yakni sebanyak 370 tersangka, atau meningkat sebanyak 138 orang atau setara 42,7 persen jika dibandingkan dengan 2020.

Dedi menuturkan, pihaknya mengedepankan pencegahan kasus terorisme dengan melakukan penangkapan sebelum pelaku beraksi jika telah cukup bukti, atau preventive strike. Pencegahan dikedepankan agar tak muncul korban dari aksi teror.

Meningkatnya jumlah terduga teroris yang ditangkap membuahkan hasil di mana aksi teror menurun sebanyak 7 kasus atau 53,8 persen. Pada 2021, tercatat terjadi 6 aksi teror. Sementara 2020 terdapat 13 aksi terorisme.

Sejumlah operasi juga dilakukan Polri di daerah terkait aksi kelompok bersenjata. Di Papua ada Operasi Satgas Nemangkawi. Sepanjang 2021, sebanyak 27 anggota kelompok kriminal bersenjata (KKB) ditangkap. Sementara 26 anggota KKB lainnya menyerahkan diri pada aparat.

Sementara Operasi Madago Raya di Poso tercatat sebanyak 7 teroris jaringan Mujahidin Indonesia Timur (MIT) ditangkap dan ditindak tegas. Salah satunya adalah Ali Kalora, yang merupakan pimpinan MIT Poso pengganti Santoso.

Komitmen Kesetaraan Gender

Tak hanya mengurusi permasalahan eksternal, Polri juga melakukan transformasi dan pembenahan di internal. Kapolri pun menepati komitmennya untuk mengembangkan karir polisi wanita (polwan). Hal ini sesuai dengan apa yang dijanjikan Sigit saat melakukan fit and proper test calon Kapolri di DPR.

Satu nama perwira tinggi menjadi sorotan dalam mutasi jabatan perdana di awal kepemimpinan Sigit, pada Kamis 19 Februari 2021. Perwira tinggi itu adalah Brigjen Ida Oetari Poernamasari. Ida dipercaya Sigit menduduki jabatan sebagai Wakapolda Kalimantan Tengah (Kalteng).

Di lingkungan Polda Metro Jaya pun, terdapat 8 polwan yang diberikan kepercayaan menjadi Kapolsek. Polwan dinilai mampu menyelesaikan permasalahan hukum khususnya yang melibatkan anak-anak.

Para polwan diharapkan lebih mampu mengayomi masyarakat demi mencegah terjadinya kejahatan. Polwan diyakini lebih mampu membedakan antara penyakit masyarakat, kenakalan remaja, dan kelompok kriminal.

Polda Maluku juga mengangkat tiga polwan dalam jabatan strategis di tingkat Polsek dan Polres. Diketahui, promosi jabatan ketiga polwan tertuang dalam ST/192/KEP./2022 dan ST/193/KEP./2022.

Dalam surat telegram tersebut tertulis Kompol Helda Misse Siwabessy yang sebelumnya menjabat Kepala Sub Bagian Pengaduan Masyarakat dan Pengawasan Itwasda Polda Maluku diangkat jadi Wakapolres Seram Bagian Barat.

Kemudian Ipda Sofia Christina Ester Alfons, yang sebelumnya menjabat Wakapolsek Baguala, mendapat promosi sebagai Kapolsek Leihitu Barat.

Selanjutnya adalah AKP Meity Jacobus sebelumnya menjabat Kasat Binmas, ditunjuk dalam jabatan baru Kapolsek Baguala.

Dalam telegram terakhir Kapolri, juga bermunculan nama polwan yang dipromosikan jabatan dan pangkatnya. Rotasi dan mutasi itu tertuang dalam surat telegram No ST/1214/VI/KEP./2022. Sebanyak 120 personel Polri dirotasi.

Dari jumlah yang dirotasi itu, terdapat satu orang Polwan yang mendapat kenaikan pangkat menjadi Inspektur Jenderal (Irjen) bintang dua, yaitu Brigjen Juansih. Dia dipromosikan menjabat Widyaiswara Kepolisian Utama Tk 1 Sespim Lemdiklat Polri.

Tak hanya Brigjen Juansih, terdapat seorang Polwan yang diamanahkan sebagai Kapolres Bukittinggi. Ada pula seorang Polwan mendapat promosi menjadi Kabag Penum Divisi Humas Polri, yaitu Kombes Nurul Azizah.

Selain itu, ada AKBP dr Siti Nur Imanta yang dipromosi sebagai Karumkit Tk 2 Bandung Polda Jabar. AKBP Titik Wahyuningsih sebagai Kabidkeu Polda Banten, Kombes Endang Sri wahyu Utami Kabidkeu Polda Bali, Kombes Heni Kresnowati Kabidkeu Polda Jabar, dan Kombes Yuliani Kabidkum Polda Banten.

Dedi mengatakan penempatan Polwan di posisi strategis ini merupakan komitmen Kapolri dalam kesetaraan gender.

“Penempatan Polwan merupakan komitmen Bapak Kapolri terhadap kesetaraan gender,” kata Dedi.

Dedi mengatakan Polri akan terus memberikan ruang bagi Polwan. Dia menambahkan kesetaraan gender akan terus diperjuangkan. Oleh karena itu, Dedi mengatakan sejauh ini sejumlah Polwan sudah berpangkat perwira tinggi dan menempati jabatan operasional berisiko tinggi di Polri.

Tak hanya memberikan kesempatan pengembangan karir Polwan. Kapolri juga mengumumkan akan membentuk Direktorat Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Bareskrim Polri. Nantinya, Direktorat ini mayoritas kasus di sini akan ditangani oleh polisi wanita (polwan).

Direktorat Pelayanan Perempuan dan Anak nantinya sebagai organisasi khusus untuk melayani masyarakat dalam hal korban kekerasan perempuan dan anak.

Dalam catatan Polri, kasus kejahatan terhadap perempuan dan anak sepanjang 2021 yang ditangani telah tuntas sebanyak 5.637 dari total 7.059 kasus. Sementara itu, pada kasus kejahatan anak, Polri telah menyelesaikan 2.483 kasus dari total 4.957 kasus.

Rekrutmen SDM

Sepanjang 2021, Polri terus melakukan perekrutan terhadap bibit-bibit sumber daya manusia (SDM) unggul melalui jalur rekrutmen pro-aktif (rekpro). Salah satu upaya itu dengan menyaring lulusan pesantren atau santri untuk dijadikan anggota kepolisian.
Sepanjang tahun 2021, ada puluhan santri yang hafal Alquran atau hafiz Alquran direkrut menjadi anggota Polri melalui jalur rekpro.

Polri juga melakukan perekrutan terhadap 410 personel kepolisian dari suku pedalaman di Indonesia. Kemudian, sebanyak 3.500 personel dari Orang Asli Papua (OAP).

Dengan perekrutan OAP, kata dia, Polri memiliki kebutuhan dalam menjalin komunikasi yang baik guna melakukan pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (harkamtibmas).

Berbagai hal yang dipaparkan adalah sebagian dari langkah Polri untuk menjadi lebih baik dalam memberikan pelayanan, pelindungan serta pengayoman terhadap masyarakat. Kapolri mengakui, banyak yang mengatakan bahwa konsep Polri yang Presisi ini adalah sebuah perjalanan panjang.

Ia juga meminta maaf dan meminta masyarakat terus mengoreksi dan mengkritik Polri agar lebih baik. Terlepas dari semua kekurangan yang dilakukan Polri, Kapolri berkomitmen menjadikan Polri yang semakin dicintai. Seperti sebuah pepatah klasik ‘Perjalanan ribuan kilometer selalu dimulai dengan satu langkah. (Red)

Sumber : Harianmerdekapost.com

Jaga Kelestarian Air, Aparatur Kecamatan Tekung Bersihkan Sungai Rutin Setiap Jumat

CIPtv, Lumajang Jawa Timur – Melakukan kegiatan membersihkan sungai secara rutin juga menjadi salah satu cara yang efesien, sebagai upaya dalam menjaga keasrian sungai itu tetap terawat.

Hal tersebut disampaikan oleh Danramil 0821/15 Tekung, Lettu Coba Sarjono saat kegiatan kerja bakti pembersihan sungai bersama Forkopimcam dan sektoral Kecamatan Tekung, di Sungai Repeh Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Jumat (1/7/2022).

Sarjono juga menyampaikan, bahwa pihaknya melakukan upaya bersama untuk selalu peduli dalam kebersihan sungai, tujuannya untuk mengantisipasi dan mencegah banjir pada waktu hujan serta menjaga ekosistem air.

“Dengan keterlibatan semua warga dalam kebersihan lingkungan, merupakan upaya untuk mencegah terjadinya banjir akibat sampah untuk menjaga debit air tetap terjaga,” kata dia.

Oleh karena itu, dirinya mengimbau kepada warga untuk tidak membuang sampah disepanjang aliran sungai, agar tidak merusak ekosistem pada makhluk hidup di sungai tersebut.

Ia menambahkan, bahwa pihaknya akan melakukan pengembangan, untuk kegiatan kebersihan sungai di sejumlah desa se-wilayah Kecamatan Tekung bisa dibersihkan secara berkala.

“Kami mengucapkan banyak terima kasih kepada Forkopimcam Tekung, Korwil Pengairan, Kepala desa, dan warga sehingga kegiatan ini berjalan lancar,” imbuhnya. (fjr/red)

Sumber : Harianmerdekapost.com

Dandim 0821/Lumajang Sambangi Mapolres untuk Ucapkan Selamat Hari Bhayangkara Ke-76

CIPtv, Lumajang Jawa Timur – Dandim 0821/Lumajang Letkol Czi Gunawan Indra Y. T., S.T., M.M, didampingi jajarannya memberikan kejutan ucapan selamat Hari Bhayangkara ke-76 Tahun 2022, di Mapolres Lumajang, Jumat (1/7/2022)

Kehadiran Dandim 0821/Lumajang bersama jajarannya, dengan membawa tumpeng ulang tahun sebagai simbol ucapan selamat disambut hangat oleh Kapolres Lumajang AKBP Dewa Putu Eka Darmawan, S.I.K., M.H. bersama Staf dan Anggota Polres Lumajang

Dalam kesempatan tersebut, Dandim 0821 Lumajang, Letkol Czi Gunawan Indra mengucapkan selamat HUT Bhayangkara Ke-76 Tahun 2022. Semoga Polri yang Presisi mendukung pemulihan ekonomi dan reformasi struktural untuk mewujudkan Indonesia Tangguh Indonesia Tumbuh.

Menurut Dandim, TNI dan Polri diibaratkan sebagai saudara kembar yang tidak bisa dipisahkan, dalam melaksanakan tugasnya saling mendukung dan melengkapi.

“TNI – Polri merupakan garda terdepan dalam menjaga negara ini. Kepada rekan kami anggota polisi semua dalam hal ini Kapolres Lumajang dan jajarannya, kami ucapkan terima kasih atas kerja sama selama ini dalam menyukseskan program pemerintah di Kabupaten Lumajang,” ujarnya.

Dandim pun berharap, sinergisitas dan soliditas Kodim dan Polres Lumajang terus terjaga baik demi terjaganya situasi kamtibmas yang kondusif di Kabupaten Lumajang.

“Selama ini hubungan antara Kodim Lumajang dengan Polres Lumajang sangat baik, bahkan melebihi sinergi, terutama hubungan antara Babinsa dengan Bhabinkamtibmas di lapangan, yang selalu bersama-sama mengatasi berbagai masalah di wilayah Kabupaten Lumajang, untuk itu saya juga menaruh harapan semoga hubungan kerja dan sinergisitas TNI Polri semakin kuat semakin bisa membawa Lumajang kepada pemulihan ekonomi Tumbuh dan Tangguh,” pungkasnya. (fjr/red)

Sumber : Harianmerdekapost.com

Sambut Hari Bhayangkara Ke 76, Polres Pasuruan Gelar Doa Bersama dan Santunan Anak Yatim serta lomba adzan anak anak

Foto Kapolres Pasuruan saat memberikan santunan kepada anak-anak yatim


CIPtv, PASURUAN, JATIM – Dalam rangka menyambut Hut Bhayangkara ke-76 yang jatuh pada tanggal 1 Juli 2022, Polres Pasuruan menggelar Doa Bersama, dan Sema’an Al-Quran serta Santunan kepada Anak Yatim di masjid Rofiqul Ummah Polres Pasuruan, Kamis (30/06/2022).


Kegiatan do’a bersama dan santunan anak yatim ini dipimpin langsung oleh Kapolres Pasuruan AKBP Erick Frendriz, S.I.K., M.Si., yang dihadiri oleh anggota Polsek jajaran melalui via Zoom, dan dihadiri sebanyak 25 anak yatim di masjid Rofiqul Ummah Polres Pasuruan.
Kemudian dilanjutkan dengan ceramah agama yang dipimpin oleh Ketua MUI Kabupaten Pasuruan KH Nurul Huda Muhammad.


Kapolres Pasuruan mengatakan, Kegiatan ini digelar dalam rangka menyambut hari Bhayangkara ke-76 tahun 2022, dan juga melaksanakan doa bersama serta memberikan santunan kepada anak yatim untuk memohon doa keberkahan serta kelancaran dalam menjalankan tugas negara ataupun mengayomi dan melayani masyarakat.


“Marilah kita tingkatkan nilai-nilai dan normal kesusilaan dalam rangka memperingati hari Bhayangkara ke-76 saat ini, serta bersama-sama kita tingkatkan keimanan dan ketaqwaan kita. Polri bukan hanya sebagai profesi saja, akan tetapi tempat untuk mengabdi serta mencari amal ibadah,” ucapnya.

Disamping itu, diadakan juga Lomba Adzan yang berlangsung dipimpin oleh Kapolres Pasuruan dan didampingi oleh ketua MUI Kabupaten Pasuruan, serta diikuti oleh seluruh anggota PJU Polres Pasuruan. Lomba Adzan tersebut diikuti sebanyak 16 Peserta, dari salah satunya dari pilihan para Bhabinkamtibmas Polsek jajaran di desa binaannya.

Apresiasi dan ucapan terima kasih dari keluarga anak yatim dan juga dari wali murid serta guru ngaji yang ikut mengantarkan peserta lomba, mereka mengharapkan agar lomba adzan ini bisa dilaksanakan oleh Polres Pasuruan tiap tahun sekali, agar anak-anak sekolah Madrasah dan SD bisa berkompetisi dalam keindahan melantunkan suara adzannya dengan merdu selama kegiatan berlangsung.


“Kami ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Kapolres dan segenap anggota Polres Pasuruan yang mempunyai sempati menyisihkan rizkinya untuk dibagikan kepada anak yatim, juga hadiah untuk pemenang lomba adzan, semoga Allah mencatat semua kebaikan ini untuk dijadikan ladang ibadah mendapatkan Ridho dari Allah SWT, Aamiin,” ujarnya (Red)


Sumber : Harianmerdekapost.com

Teras, ST.MT Kadis PUPR-PKP Kab. Kapuas Mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Adha 1443 H

Yaya, SP & Suami Plt. Kadis Pertanian Kab. Kapuas Mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Adha 1443 H

Sipie S. Bungai S.Sos., Dan Istri. Plt. Kadis Dukcapil Kab. Kapuas Mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Adha 1443 H

Apendi, SKM.MM., Beserta Istri Kepala Dinas Perindagkop & UMKM Kab. Kapuas Mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Adha 1443 H

Ir. Darmawan & ISTRI Kadis Perikanan Kab. Kapuas Mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Adha 1443 H

Hasnan Sekeluarga Mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Adha 1443 H

Kabareskrim Turun Tangan Terkait Kasus Korban Begal Jadi Tersangka di Lombok

CIPtv, JAKARTA – Kabareskrim Polri Komjen Agus Andrianto meminta kasus korban begal jadi tersangka di Lombok Tengah dihentikan Polda NTB. Nanti masyarakat takut melawan kejahatan kalau korban ini jadi tersangka.


Kabareskrim Polri Komjen Pol Agus Andrianto meminta perkara kasus korban begal Amaq Sinta alias Murtade yang justru jadi tersangka untuk dihentikan Polda NTB.

“Hentikanlah menurut saya. Nanti masyarakat jadi apatis, takut melawan kejahatan. Kejahatan harus kita lawan bersama,” ujar Kabareskrim Komjen Agus Andrianto, Kamis (14/4).

Dia berharap tindakan yang dilakukan Polri dalam mengusut kasus jangan sampai merusak keadilan di tengah-tengah masyarakat.

“Itu jadi pedoman kita,” ujarnya.

Kabareskrim Komjen Agus mengatakan sudah memberikan arahan kepada Kapolda NTB untuk meneliti kembali kasus tersebut.

Menurutnya, semua mekanisme bisa dilakukan, salah satunya dengan gelar perkara dengan mengundang dan meminta pandangan dari para tokoh masyarakat.

“Bisa ditanyakan ke mereka, layakkah korban yang membela diri justru menjadi tersangka,” katanya.


“Agar nantinya keputusan polisi mendapatkan legitimasi dari masyarakat melalui tokoh-tokoh yang diundang dalam gelar perkara,” ujarnya lagi.

“Jangan sampaikan seperti sekarang, jadi tersangka justru menimbulkan reaksi yang cukup keras di masyarakat,” tegas mantan Kapolda Sumut ini.

“Mudah-mudahan tahapan dilakukan gelar perkara dengan tokoh masyarakat bisa melahirkan keputusan yang adil untuk yang bersangkutan,” kata Komjen Agus.

Diketahui Polda Nusa Tenggara Barat (NTB) telah mengambil alih kasus ini dari Polres Lombok Tengah.

“Yang pasti kasus itu kan ditangani Polres Lombok Tengah. Maka sekarang kami tangani di Polda,” kata Kapolda NTB Irjen Djoko Purwanto pada wartawan, Kamis (14/4). (Red)

Sumber : pojoksatu

Berkesan, Mantan Kapolda Kalteng Kini Jabat Komjen, Seluruh Anggota Brimob Polda Kalteng dan Tokoh Adat Hingga Tokoh Masyarakat Ucapkan Selamat

Foto para tokoh masyarakat dan tokoh agama di halaman Mapolda Kalimantan Tengah (Kalteng)

CIPtv, PALANGKA RAYA – Jejak prestasi yang ditinggalkan mantan Kapolda Kalteng Komjen Pol Drs. Anang Revandoko.M.I.KOM masih dirasa dan dikenang masyarakat dan tokoh-tokoh masyarakat Kalimantan Tengah (Kalteng) dari periode 2017 sampai 2019 dirinya menjabat sebagai Kapolda Kalteng. Anang Revandoko dari lulusan Akabri Kepolisian 1988 ini berpengalaman dalam bidang brimob, sampai menorehkan prestasi diantaranya kenaikan tipe Polda Kalteng  dari tipe B ke tipe A.

Peningkatan itu ditandai dengan upacara kenaikan tipologi yang dihadiri langsung Kapolri Jenderal. Pol. Drs. H.M. Tito Karnavian, M.A., Ph.D. di halaman Mapolda Kalteng, Kamis (25/5/2018) lalu.

Selain itu, Anang Revandoko yang kini menjabat sebagai  Komandan Korps Brigade Mobil (Dankor Brimob) Polri yang semula jenderal bintang dua, kini jabatannya resmi menyandang jenderal bintang tiga.

Pengukuhan jabatan tersebut langsung dilakukan oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, M.Si. di Mako Brimob Kelapa Dua Depok Jawa Barat, Jumat 10 Juni 2022 lalu.
Sehingga Dankor Brimob Polri Irjen Pol Anang Revandoko kini menjadi Komjen. Pol. Drs. Anang Revandoko, M.I.Kom.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) meneken surat keputusan untuk meningkatkan struktur Korps  Brimob Polri, sehingga nantinya untuk jabatan Dankor Brimob akan menyandang bintang tiga atau Komisaris Jenderal (Komjen).

Saat dirinya menjabat sebagai Kapolda Kalteng, terkenal ramah tamahnya di masyarakat dan adat istiadat setempat, sehingga nama Anang Revandoko begitu Familar dikalangan masyarakat adat Kalimantan Tengah.

Dan sebagai bentuk apresiasi dan kebanggan tersendiri, seluruh anggota Brimob Polda Kalteng dan sejumlah tokoh adat hingga tokoh agama di Kalimantan Tengah yang dipimpin Dansat Brimob Polda Kalteng, Kombes. Pol. Suryo Sudarmadi, SIK.MH. mengucapkan selamat kepada Komjen Kapolda Kalteng Komjen Pol Drs. Anang Revandoko.M.I.KOM atas kenaikan pangkat dan peningkatan struktur Brimob oleh Presiden RI Joko Widodo.

Sejumlah Tokoh adat dan Agama yang mengucapkan selamat diantaranya dari tokoh agama Islam yaitu ;  H. Sofyan Sauri, dari Nasrani Pendeta Daniel Sanjaluh, dan dari agama Hindu Made Satra.

Sementara dari tokoh adat Dayak diwakilili oleh Cornelis Sit, sedangkan dari Naga Banjar diwakilkan kepada Agatisansyah dan tokoh Jawa dengan panggilan akrab Mbah Bola.

Ucapan selamat tersebut bertempat di Mapolda Kalteng pada, Senin 27 Juni 2022.

Saat ditemui usai mengucapkan selamat, Ketua Ormas LSR-LPMT Kalteng Agatisansyah teringat dan terkenang saat Komjen Anang Revandoko yang saat itu baru menjabat sebagai Kapolda Kalteng.

“Saya ingat betul ketika itu pak Anang baru saja menjabat Kapolda Kalteng, ada kebakaran hebat di komplek Flamboyan, Pagi harinya beliau turun langsung untuk memberikan bantuan kepada para korban dan kebetulan saya pada saat itu lagi bersama beliau untuk mendampingi saat menyerahkan bantuan kepada korban bencana,” Pungkas Agatisansyah. (Ris)

Fisik Ruas Jalan Menuju Desa Batur Rusak Berat

Destinasi Wisata Jembatan Gantung Alalak