Warga Desa Teluk Pelingit Keluhkan Jalan Berlobang,Berikut Kita Simak Penjelasan Terkait 4 Status Ruas Jalan

Foto ruas jalan diambil oleh jurnalis CIPtv

CIPtv, KUALA KAPUAS – Kondisi kerusakan ruas jalan yang paling sering ditemui oleh para pengguna jalan pada umumnya iyalah jalan berlobang, longsor hingga genangan air pada ruas jalan. Sedangkan yang paling sulit ditemui adalah jalan yang hampir tidak pernah terpelihara yaitu rumput yang hampir menyelimuti ruas jalan, maka dari itu masyarakat perlu mengetahui serta bagaimana cara membedakan status pengelolaan dan pemeliharaan jalan di daerahnya.

Sewaktu menemui kondisi ruas jalan yang rusak Masyarakat juga bisa melaporkan atau mengadu atas kondisi tersebut. Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 34 Tahun 2006 tentang jalan, status jalan terbagi atas 5 jenis pengelolaan, yaitu jalan nasional, jalan provinsi, jalan kabupaten, jalan kota, dan jalan desa.

Sering kali kita temui pada belakangan ini fenomena berbagai macam laporan masyarakat melalui postingan media sosial yang mengeluhkan terkait kondisi ruas jalan yang rusak, namun pada protesnya melalui media sosial tersebut terkadang sering kali salah sasaran.

Salah satunya warga Desa Teluk Pelingit yang mengeluhkan kondisi ruas jalan Pemuda menuju Palingkau – Dadahup yang saat ini banyak dalam kondisi berlobang.

β€œHampir dua tahun ini lobang-lobang di ruas jalan Pemuda terus bertambah, kemana kita harus melapornya,” katanya saat berada dilokasi (5/7/2022).

Sehingga masyarakat sangat perlu mengetahui status pengelolaan jalan yang di keluhkan mereka. Lalu bagaimana cara mengetahui dan membedakan status pengelolaan jalan tersebut,? berikut penjelasannya.

Ada 4 Status Ruas Jalan Yang Perlu diketahui yaitu ; Ruas Jalan Nasional, Ruas Jalan Provinsi, Ruas Jalan Kabupaten/Kota dan Ruas Jalan Desa Lengkap dengan tata cara Pengelolaannya Serta Cara Membedakan 4 item Ruas Jalan tersebut.

Jalan nasional merupakan jalan yang di kelola oleh Kementerian PUPR yang terbagi atas 4 kelompok yaitu jalan arteri primer, jalan kolektor primer ( jalan penghubung antar ibukota provinsi), jalan tol bebas hambatan, dan jalan strategis nasional.

Sesuai Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 67 Tahun 2018 tentang Marka jalan, ciri khas jalan nasional adalah menggunakan marka jalan putih dan kuning.

Jalan Provinsi merupakan jalan yang pengelolanya gubernur atau pejabat yang di tunjuk, sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 34 Tahun 2006 jalan provinsi adalah jalan kolektor yang menghubungkan ibukota provinsi dengan ibukota kabupaten atau kota dalam satu provinsi tersebut.

Penandaan yang di tandai dengan marka jalan berwarna putih tidak ada marka warna berwarna kuning.

Sedangkan jalan kabupaten adalah jalan yang menghubungkan antara ibukota kabupaten dengan ibukota kecamatan, ibukota kabupaten dengan pusat desa, ibukota kecamatan dengan pusat desa.

Dari segi ukuran lebar jalan kabupaten biasanya berukuran lebih kecil dari jalan provinsi, dan kebanyakan tidak memiliki marka jalan atau aspal polos, namun bisa juga menggunakan Marka jalan warna putih seperti jalan provinsi.

Untuk jalan desa tentu kita semua sudah memahami bahwa pengelolaannya ada di pemerintah desa, dan jalan desa hanya menghubungkan antar pemukiman warga dan ukurannya sangat kecil, dan lebih banyak menggunakan metode cor beton saja. (Ris/Red)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s